Satutambahsatu's Blog

Just another WordPress.com weblog

tak butuh alasan

Simak artikel mengenai cinta berikut ini!

ce :
Mengapa kamu menyukai saya?
Mengapa kamu mencintai saya?

co :
Saya tidak dapat menjelaskannya alasannya…
tetapi saya sungguh menyukai kamu

ce :
Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya,
bagaimana kamu dapat berkata kamu menyukai saya ?
bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya ?

co :
Saya sungguh tidak tau alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.

ce :
Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya
Bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!

co :
Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik,
karena suaramu enak didengar,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakkanmu.

Sayangnya,
beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan
mangalami koma.

Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut :

Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu…
sekarang dapatkah kamu berbicara?
Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu…
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.

Jika cinta memerlukan alasan,
seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk
mencintai kamu lagi.
Apakah cinta memerlukan alasan?

TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.

—–

Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan…
maka alasannya hanya satu…
Aku Mencintaimu karena Allah…

Advertisements

October 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Menyerah dan Ikhlas

“Menyerah”
Kata ini bs diartikan dalam banyak versi, dalam banyak makna dan dalam berbagai sudut pandang.

Menyerah bisa terjadi karna semangat yang tersimpan sudah hilang, lenyap dan habis. Tak ada lagi spirit yg tersisa untuk berjuang, dan krn itulah alasan untuk menyerah.

Menyerah ketika sudah mendapatkan sesuatu yang lain yang ingin diperjuangkan, bukan trhadap hal yg sebelumnya, tp thd hal baru yang menarik perhatian, terkadang itu yg membwt ssorang menyerah.

Tak ada reaksi terhadap aksi yang telah dilakukan selama ini oleh apa yang diperjuangkan. Perjuangan sia2 karena tak memperoleh hasil spt apa yang diinginkan, dan mngkn menyerah adalah jalan yang diharapkan lebih baik.

Semua sudah terlambat. Perjuangan dan semangat yang ada datang tak tepat pada waktunya sehingga membuat keadaan tak sesuai dan tak mendukung apa yang sedang diperjuangkan. Menyerah adalah kata terakhir yang terucap.

Semua diatas itu adalah sebagian dr sebab2 seseorang menyerah atas apa yg telah dilakukannya selama ini.

Satu pertanyaan yang belum sempat ditanyakan, kapankah sebenarnya seseorang patut untuk menyerah ? Apakah itu ketika semangatnya telah lenyap, ketika semua tak sesuai dg harapan, atau ketika semua telah terlambat dan tak dapat dirubah kembali ?
Kapan seharusnya seseorang mengikhlaskan kegagalannya mendapatkan sesuatu ? Apakah ketika semua usaha yang dilakukannya itu sia2 ?

Dan mengapa seseorang harus tetap berusaha dan berjuang demi apa yang dy inginkan ketika semuaya terlihat sangat mustahil untuk diraih ? Apa itu karna feeling nya yang berkata bahwa semua masih bisa terjadi, atau itu hanya bagian refleksi dr harapan2 palsu ?

Lalu kalau begitu, apa perbedaan dari kata “MENYERAH” dan “IKHLAS” ??

October 23, 2009 Posted by | Uncategorized | Leave a comment